Image default
Nasional

Tergantung Kondisi Pasiennya Soal Kontrol Terhadap Pasien yang Dipulangkan RSPI Sulianti Saroso

Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso telah memulangkan satu pasien pada Senin (9/3/2020) malam. Pasien tersebut awalnya memiliki status pasien dalam pengawasan (PDP). Direktur Medik, Keperawatan dan Penunjang RSPI Sulianti Saroso dr. Dyani Kusumowardhani, SpA, mengatakan perlu tidaknya kontrol pasien yang dipulangkan sangat bergantung kepada kondisi yang bersangkutan.

"Tergantung kondisi pasiennya, setiap pasien akan berbeda kebutuhannya," ujar Dyani dalam konferensi pers di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (10/3/2020). Dyani menjelaskan pada prinsipnya jika pasien sudah dinyatakan negatif melalui tes dua kali berturut turut, maka dapat diartikan yang bersangkutan tidak terjangkit virus corona lagi atau sudah sembuh. Namun, ia kembali menuturkan bahwa kontrol dapat dilakukan atau tidak tergantung dari saran dokter yang menangani pasien tersebut.

"Kalau dia memang perlu melakukan kontrol karena kondisinya selama dirawat, ya bisa saja, mungkin saja. Jadi itu tergantung dari kondisi pasien selama dirawat dan pada saat pulang," kata dia. "Dokter yang menerapkan apakah dia perlu kontrol atau tidak, dan gimana sebagainya," imbuh Dyani. Indonesia kini tengah menghadapi wabah virus corona atau Covid 19.

Terkini, sudah ada 19 orang yan dinyatakan positif terjangkit virus corona ini. Di DKI Jakarta sendiri, masih ada puluhan warga yang kini dalampengawasan atau Orang Dalam Pengawasan/Pemantauan (ODP). Berdasarkan data dari situs resmi Corona milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di corona.jakarta.go.id, hingga saat ini ada 68 ODP.

Lalu 318 orang telah selesai masa pemantauan. Sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dirawat sebanyak 87 orang. Sementara pasien dalam pengawasan yang telah pulang dan dinyatakan sehat sebanyak 79 orang.

Jika dipetakan berdasarkan wilayah kota, Jakarta Selatan memiliki ODP dan PDP terbanyak, yakni 123. Kemudian disusul Jakarta Timur sebanyak 104, Jakarta Pusat 90 orang, dan Luar DKI Jakarta 88. Jakarta Barat sebanyak 75 ODP dan PDP dan Jakarta Utara 64 orang. Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Rita Rogayah mengatakan, pihaknya menetapkan 45 pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) hingga Selasa (10/3/2020).

"ODP sampai saat ini 45 orang," kata Rita di , Jakarta Timur, Selasa (10/3/2020). Ia menuturkan, pasien yang dalam status ODP itu tidak dirawat oleh pihak rumah sakit. Sebab, kata dia, tidak semua pasien yang jatuh sakit usai dari luar negeri bisa terjangkit penyakit virus corona. "Semua pulang tidak ada yang dirawat," ungkap dia.

Rita menyampaikan, pasien dalam status ODP biasanya tidak menunjukkan gejala gejala yang mirip orang terjangkit . Meskipun, pasien tersebut jatuh sakit usai berpergian ke luar negeri. Hingga saat ini, ia mengaku rumah sakit terus menerima pasien yang diminta diperiksa terkait virus corona.

"Kami telah menerima banyak konsultan terkait Corona. Kami , selalu koordinasi dengan Kemenkes terkait kesiapan kami," pungkasnya. Seperti diwartakan sebelumnya, Juru bicara pemerintah untuk penanganan wabah , mengatakan terdapat 13 pasien yang per hari Senin (9/3/2020) dinyatakan positif . Sehingga, total mereka yang dinyatakan mengidap virus Covid 19 itu yakni 19 orang.

"Hari ini jumlah kasus konfirmasi positif 19 orang. Ini adalah jumlah dari rilis di awal yakni 6 orang," kata Yuri di Kantor Presiden, Jakarta, Senin, (9/3/2020). Mereka dinyatakan positif corona setelah melalui pemeriksaan lanjutan yakni polymerase chain reaction (PCR) dan genome sequencing. "Kami lakukan evaluasi kembali berdasarkan hasil lab lanjutan, pemeriksaan lanjutan," katanya.

Imbas penyebaran (Covid 19) di Indonesia, sejumlah sekolah internasional di Jakarta ditutup sementara. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Nahdiana menuturkan, ada enam sekolah yang diliburkan guna mengantisipasi penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok ini. Keenam sekolah itu ialah Jakarta Intercultural School (JIS), ACG School, Mentari School, Beacon Academy, Taipe School, dan Sekolah Cikal.

"Kalau data kami sampai hari ini, ada enam (sekolah internasional) yang meliburkan anak anaknya," ucapnya, Selasa (10/3/2020). Terkait penutupan keenam sekolah internasional ini, Nahdiana menyebut, pihak Disdik DKI tidak memerintahkan sekolah itu untuk meliburkan muridnya. Keputusan penutupan enam sekolah internasional ini, diputuskan sendiri oleh pihak pengelola sekolah.

"Keputusan untuk libur atau tidak, bukan hanya kebijakan di kita," ujarnya saat dikonfirmasi. Meski demikian, Nahdiana memaklumi keputusan yang diambil oleh pihak sekolah internasional itu. Terlebih banyak guru dan murid di sekolah internasional itu baru datang dari luar negeri.

"Ada sekian persen (civitas akademik) itu warga negara asing. Jadi mereka secara urgent memutuska untuk home learning," kata dia.

Berita Terkait

Takut Ahok Akan Membersihkan Birokrasi Penolakan Masuknya Ahok menuju BUMN Staf Khusus Menteri BUMN

Maya Rosfi'ah

PP Pagar Nusa Beri Gelar Pendekar Lensa kepada Junaidi Mahbub

Maya Rosfi'ah

Aspataki Dorong Pemda Laksanakan Permenaker untuk Pekerja Migran Indonesia

Maya Rosfi'ah

Jokowi & Sejumlah Pejabat Dijadwalkan Ikut Nonton Konser Virtual yang Diselenggarakan BPIP

Maya Rosfi'ah

Indonesia Tegas Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Dukung Palestina

Maya Rosfi'ah

Abu Janda Simak Sambil Manggut-manggut Kiai Tanggapi Pernyataan Permadi Arya Soal Cadar

Maya Rosfi'ah

Dokumenter Weekly Episode 2 SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TVRI kisah Nusantara

Maya Rosfi'ah

Lucinta Luna Dapat Fasilitas Layak Mendekam di Sel

Maya Rosfi'ah

Jokowi : Anak Saya Tak Ada yang Tertarik Politik

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment