Image default
Kesehatan

Sering Dianggap Sama, Ini Bedanya Pilek dan Flu, Mulai Dari Penyebab, Gejala Hingga Obatnya!

Flu dan pilek kerap kali disamakan oleh banyak orang, padahal dua penyakit ini berbeda loh, dari mulai penyebab, gejala hingga obat yang harus diminum. Beberapa orang kerap kali salah kaprah dalam mengenali penyakitfludanpilek. Seperti dilansir dari Hello Sehat , Minggu (18/9/2018), sebenarnya kedua penyakit tersebut adalah berbeda. Gejala dari kedua penyakit tersebut mungkin mirip.

Banyak orang orang menyadari bahwa bersin, sakit tenggorokan, dan hidung mampet merupakan gejala flu. Namun anggapan tersebut ternyata salah. Perbedaan yang paling utama dari keduanya dapat dilihat dari penyebabnya. Berbeda dengan flu, pilek dapat terjadi karena dua penyebab. Pertama, pilek akibat infeksi virus. Kedua, pilek akibat alergi.

Ada lebih dari 200 jenis virus yang dapat mengakibatkan pilek, namun yang paling umum menyebabkan pilek adalah jenis virus Rhinovirus. Saat virus ini masuk ke dalam tubuh, maka antibodi akan langsung melakukan perlawanan yang kemudian menimbulkan beberapa gejala seperti batuk dan hidung tersumbat. Pilekdengan jenis ini dapat diobati dengan minum banyak air, jus atau teh herbal yang menggunakan humudifiter .

Serta dengan mengonsumsi obat obatan berbahan dasar alami yang mengandung zink, vitamin D dan vitamin C. Sedangkan pilek yang diakibatkan alergi adalah pilek yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang memberikan reaksi terhadap zat tertentu. Ketika tubuh terjangkit zat yang menjadi penyebab alergi, tubuh akan melepaskan zat kimia yang disebut histamin.

Histamin bertugas menangkal zat penyebab alergi, namun histamin juga bisa berperan menyebabkan alergi. Pemicu terjadinya alergi adalah karena tungau debu, bulu binatang, serbuk sari dari pohon, rumput atau gulma, dan makanan. Penanganan pilek dengan jenis ini adalah dengan menggunakan antihistamin (allegra, benadryl dan zyrtec).

Fluatau influenza merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan keseluruhan, mulai dari hidung, tenggorokan, dan paru paru. Yang menyebabkan flu ada tiga macam virus influenza, yakni influenza A, influenza B, dan influenza C. Untuk virus influenza tipe A dan B, biasanya akan menyebabkan jenis flu musiman. Sedangkan influenza C biasanya terjadi sepanjang tahun.

Seseorang bisa menularkan flu ke orang lain sebelum mereka tahu dirinya telah terkena virus flu. Gejala pilek yang paling mencolok adalah sakit tenggorokan dalam satu atau dua hari, hidung tersumbat atau berair, bersin bersin, batuk dengan dahak berwarna hijau atau kuning, sakit kepala, badan lemas dan tidak bertenaga. Beberapa hari pertama, lendir atau ingus yang keluar saat terkena pilek biasanya memiliki warna bening.

Warna ingus tersebut dapat semakin mengental dan berwarna menjadi lebih gelap. Kendati begitu, anda tidak perlu resah, karena perubahan tersebut adalah reaksi alami dari tubuh karena sedang melawan virus pilek. Biasanya gejala ini akan muncul dalam kurun waktu 1 sampai 3 hari setelah terkena infeksi virus pilek.

Umumnya, memerlukan waktu 7 hingga 10 hari untuk memulihkan gejala pilek. Gejala pilek cenderung lebih ringan daripada flu. Namun, anda disarankan untuk mengunjungi dokter apabila gejala tidak mereda dalam waktu lebih dari satu minggu dan disertai demam tinggi. Gejala flu datang lebih cepat dan lebih parah dari gejala pilek. Adapun beberapa diantaranya adalah demam tinggi selama 3 sampai 5 hari, walaupun tidak semuanya merasakan demam.

Selain itu adalah sering sakit kepala berat, batuk kering, sesekali sakit tenggorokan, badan gemetar hingga menggigil, nyeri otot sekujur tubuh, kelelahan parah hingga 2 sampai 3 minggu, mual dan muntah, paling sering terjadi pada anak anak. Dalam waktu 2 sampai 5 hari, gejala flu akan semakin parah. Anda disarankan untuk pergi ke dokter apabila terjadi selama 10 hari atau lebih. Pada umumnya, pilek tidak akan menyebabkan permasalahan kesehatan lain. Sedangkan flu yang terjadi selama berhari hari tanpa tindakan lanjutan atau diobati, akan menyebabkan komplikasi serius.

Contohnya seperti pneumonia, radang otot (myositis), gangguan sistem saraf pusat, hingga masalah jantung seperti serangan jantung, miokarditis dan perikarditis. Pemilik penyakit asma juga harus lebih berhati hati. Pasalnya, gejala flu mungkin saja bisa memicu kekambuhan serangan asma. Maka, dianjurkan bagi pemilik penyakit asma agar segera berkonsultasi ke dokter bila gejala flu tidak membaik atau bahkan semakin memburuk.

Anak muda, orang tua, wanita hamil dan orang yang sistem imunnya lemah karena mengidap asma, penyakit jantung atau diabetes sangat rentan terhadap komplikasi flu. Penderita pilek umumnya sering menggunakan antibiotik guna menyembuhkan penyakitnya. Tetapi, antibiotik nyatanya tidak mempan untuk mengobati pilek. Obat obatan seperti antihistamin, dekongestan, paracetamol (acetaminophen) dan NSAID akan membantu mengurangi gejala penyerta pilek.

Penderita pilek dapat mengpnsumsi obat dengan bahan dasar alami yang mengandung zink, vitamin C atau vitamin D guna membantu meredakan gejala pilek. Sebuah studi melaporkan bahwa suplemen zink dosis tinggi (80 miligram) bisa mempercepat penyembuhan pilek bila dikonsumsi dalam waktu 24 jam setelah gejala muncul. Hanya dengan banyak minum air putih dan banyak istirahat adalah cara terbaik untuk mengobati flu. Bisa juga minum obat pereda nyeri atau dekongestan untuk mengatasi sakit kepala, demam dan hidung tersumbat.

Pada beberapa kasus, obat antivirus contohnya oseltamivir (Tamiflu), zanamivir (Relenza) atau peramivir (Rapivab) juga dapat digunakan. Obat dengan jenis tersebut dapat mempercepat pemulihan dari flu dan mencegah komplikasi pneumonia. Namun, obat obat tersebut hanya boleh dibeli dengan resep dokter. Penderita flu diwajibkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Cara mencegah pilek adalah dengan menghindari paparan virus, hindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit dan tidak saling meminjam barang pribadi secara bersamaan, misalnya sikat gigi dan handuk. Sering mencuci tangan dengan sabun guna menghindari kemungkinan penularan virus dari berbagai benda yang anda pegang. Kebanyakan dokter menganjurkan cra mencegah flu adalah dengan mendapatkan vaksin flu saat awal musim flu berlangsung.

Sering sering untuk mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir dimanapun anda berada guna mencegah penularan flu. (Kompas.com/Dandy Bayu Bramasta)

Berita Terkait

Kurangi Risiko Kanker hingga Atasi Bau Mulut 10 Manfaat yang Ada Pada Timun

Maya Rosfi'ah

Cegah Stunting pada Anak, Ini Asupan Makanan yang Disarankan

Maya Rosfi'ah

Deretan Kebiasaan Sehari Hari Ini Ternyata Berdampak Buruk Bagi Tubuh, Termasuk Pakai Sandal Jepit

Maya Rosfi'ah

Usai Operasi, Dorce dan Rano Karno Jauhi Santan, Ungkap Faktanya untuk Kesehatan, Baik atau Buruk?

Maya Rosfi'ah

Anti Kanker Hingga Diet Minuman yang Ashanty Wajibkan Diminum Aurel Hermansyah 6 Manfaat Saffron

Maya Rosfi'ah

Lakukan Lima Langkah Sederhana Cegah Penularan Virus Corona Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Maya Rosfi'ah

Para Diplomat Negara Barat Cemaskan Cara Indonesia Tangani Virus Corona

Maya Rosfi'ah

Iuran BPJS Kesehatan Naik! Berikut Rincian Perubahan Tarif Tiap Kelas Per 1 Januari 2020 Hari Ini

Maya Rosfi'ah

Aura Kasih Disebut ‘Pabrik Susu’ Asosiasi Ibu Menyusui Bereaksi, Gak Pantas Dibuat Candaan

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment