Image default
Metropolitan

Polisi Tangkap Tiga Pelaku Penggelapan & Perusakan Kapal Jasa Marine Offshore Malaysia

Subdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengungkap kasus penggelapan, pemalsuan dokumen dan pengrusakan kapal milik PT. Jasa Marine Offshore Malaysia. Dalam kasus ini polisi menangkap tiga tersangka di antaranya IR sang nahkoda kapal, kemudian THS yang bertugas mengurus pemalsuan dokumen dan YC pemodal yang mendanai pengrusakan kapal Malaysia tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pada 11 Januari 2018 lalu, IR membawa kapal tersebut dari Pelabuhan Merak menuju Malaysia.

Ketika di perjalanan, kapal yang dinahkodai olehnya dibelokkan secara ilegal ke arah Tanjung Priok, Jakarta Utara, tanpa pengetahuan syahbandar. "Karena merasa bahwa pemilik kapal tersebut hampir selama tiga bulan yang tidak mau bayar gaji seluruh ABK kapal termasuk nahkodanya melakukan suatu tindak pidana. Mereka akhirnya memotong, kemudian menjual, dan menghilangkan semua barang bukti yang ada, termasuk peralatan di kapal tersebut," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019). Sebetulnya para tersangka sempat mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Serang, Banten, namun gugatan tersebut ditolak.

Saat penyidikan berlangsung, para tersangka justru berupaya menghalang halangi dan mangkir dari pemanggilan pihak kepolisian. "Kita berhasil memeriksa beberapa saksi yang ada di negara Malaysia, dengan bantuan dari PDRM Malaysia. Kita masih memeriksa beberapa saksi tersangka yang ada untuk bisa melengkapi semua berkas yang ada karena memang kita harus mengetahui kepemilikan asli dari pada PT Jasmarine tetapi semua sudah dibayar lunas," tuturnya. Sementara itu, Kasubdit Sumdaling Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan alasan gugatan para pelaku ditolak karena perusahaan yang bersangkutan telah berupaya menyelesaikan kewajibannya.

Namun para tersangka masih tidak puas dengan keputusan perusahaan pemilik kapal tersebut. "Dia melakukan praperadilan juga ditolak oleh pengadilan, bahkan sempat menghalang halangi penyidikan. Pada saat melakukan pemanggilan tersangka melarikan diri," katanya. Ganis menjelaskan, para pelaku kemudian melakukan pengrusakan dengan cara memotong dan mengambil sejumlah alat vital di dalam kapal tersebut.

Walhasil, yang tersisa pada kapal tersebut hanya sebuah rangka dengan mesinnya. "Jadi semua alat navigasi telah diambil. Jumlah kerugian spesifik belum kita hitung, namun harga kapal ini sekitar Rp 100 miliar," terangnya. Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis.

Di antaranya dijerat Undang undang Pelayaran dan pasal 406 KUHP tentang Pengrusakan serta pasal 372 KUHP tentang Penggelapan, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.

Berita Terkait

Wanita Ditemukan Tewas Tanpa Busana dengan Kaki dan Tangan Terikat di Apartemen, Begini Kronologinya

Maya Rosfi'ah

13.109 Orang Padati Monas Saksikan Orkestra Musik Klasik

Maya Rosfi'ah

Transjakarta Ajak Lima Komunitas Bersih Bersih Halte Transjakarta Dari Jejak Vandalisme

Maya Rosfi'ah

Kali Ini di Depan Indekos Mahasiswi Kasus Pria Pamer Alat Kelamin di Depok Kembali Terjadi

Maya Rosfi'ah

Lazismu Kerjasama Wardah Salurkan Dana CSR Bantu Pembangunan Masjid

Maya Rosfi'ah

Angkasa Pura Hadirkan Halal Park di Bandara Soetta

Maya Rosfi'ah

Polisi Ungkap Efeknya Cairan Kimia yang Disiramkan menuju Pelajar di Jakbar Tergolong Berbahaya

Maya Rosfi'ah

Makam Bayi yang Tewas Dianiaya Ayahnya Sendiri di Kebon Jeruk Akhirnya Dibongkar

Maya Rosfi'ah

MS Diduga Terpengaruh Narkoba saat Habisi Nyawa Bayinya Sendiri

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment