Image default
Bisnis

Perusahaan Ritel Mdans Akan Akuisisi Saham Ocado

Perusahaan Ritel Inggris Marks & Spencer (M&S) akan melakukan kerjasama joint venture dengan Ocado yakni perusahaan perintis supermarket online. Kerjasama tersebut akan membuat M&S bisa melakukan layanan pengiriman makanan online secara lengkap untuk pertama kalinya. Melansir laman Reuters, Rabu (27/2), M&S akan membeli 50% saham Ocado senilai 750 juta pound atau sekitar US$ 994 juta. Untuk membiayai akuisisi tersebut, perusahaan ritel terbesar di Inggris tersebut akan melakukan right issue dengan target dana 600 juta pound dan memangkas 40% dividen.

Saham M&S telah merosot 7% pada 08.10 GMT sebagai refleksi dari kenaikan equity dan pemotongan dividen, Namun, saham Ocado justru naik 3%. Saham keduanya meningkat tajam pada Selasa kemarin setelah kerjasama itu terkonfirmasi dan berbulan bulan sebelumnya harga sahamnya diwarnai spekulasi terkait kesepakataan tersebut. M&S merupakan perusahaan retail pakaian dan makanan berusia 135 tahun. Perusahaan ini adalah shopping street mainstream di Inggris. Namun, harus berjuang menghadapi kemunculan mode cepat, diskon dan tren belanja daring.

Perusahaan saat ini menjual anggur, bunga dan pakaian online, tetapi tidak menawarkan layanan pengiriman lengkap untuk produk makanan. Itu membuatnya merugi karena harus bersaing dengan kompetitor seperti Waitrose dan dua supermarket terbesar di Inggris yakni Tesco dan Sainsbury. Chief Executive M&S , Steve Rowe selalu yakin bahwa M&S Food harus bisa menggarap pasar online. "Investasi kami adalah joint venture di mana Ocado memperlancar strategi penjualan makanan sehingga memungkinkan kami untuk membawa makanan kami online dengan cara yang langsung menguntungkan dan berkelanjutan." katanya. Kerjasama patungan itu akan diperdagangkan lewat Ocado.com namun akan memiliki akses ke merek M&S. Kerja sama ini akan bisa diakses paling lambat pada September 2020 setelah Ocado mengahiri kerjasama dengan penjual bahan makanan kelas atas Waitrose.

Waitrose telah mengkonfirmasi bahwa kerjasama dengan Ocado akan berakhir pada September 2020. M&S dan Ocado mengatakan pelanggan akan mendapat manfaat dari akses ke berbagai produk yang lebih luas dan usaha patungan akan menikmati akses ke lebih dari 12 juta pembeli makanan M&S. Perusahaan patungan menargetkan bisa meraup pendapatan 1,47 miliar pound dan pendapatan inti 34,2 juta pound tahun ini terhitung sejak 2 Desember 2018. M&S mengatakan kesepakatan itu akan memberikan potensi sinergi setidaknya 70 juta pound per tahun. Itu akan dicapai pada tahun ketiga. Berita Ini Sudah Dipublikasikan di KONTAN, dengan judul:

Berita Terkait

Pemerintah Tambah Utang Baru Rp 28 Triliun di Bulan Juli 2019 Tambal Defisit

Maya Rosfi'ah

Buka Gerai di Central Park, Timberland Perkenalkan Sepatu Dari Bahan Daur Ulang Plastik

Maya Rosfi'ah

Sri Mulyani Setuju Tarif Iuran BPJS Kesehatan Dikaji Ulang

Maya Rosfi'ah

Menghadap Jokowi, Pengusaha UMKM Minta Jokowi Tiru Tiongkok

Maya Rosfi'ah

Contek Cara Banananina Beriklan Hemat di Medsos Kian berhasil di Tahun ke-10

Maya Rosfi'ah

Rayakan HUT RI, BRI Beri Bantuan CSR Untuk 57 SLB Se Indonesia

Maya Rosfi'ah

Menhub dan Menko Luhut Tinjau Stasiun KA Pelabuhan Kuala Tanjung

Maya Rosfi'ah

Manfaat Penggunaan Aplikasi Kasir Untuk Pengusaha Milenial

Maya Rosfi'ah

Dukung Bisnis BGR Logistics yang akan Rambah Segmen Retail di Industri Logistik

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment