Image default
Nasional

Pernyataan ICW yang Sebut Jokowi Sponsor Kehancuran KPK Dinilai Kasar & Tak Etis

Pakar tindak pidana pencucian uang dari Universitas TrisaktiYenti Garnasihmenyesalkan pilihan kata yang digunakan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) untuk menyampaikan hasil amatannya terhadap kondisiKPKdewasa ini. Sebelumnya, ICW menilai tahun ini adalah tahun kehancuran KPK yang disponsori Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR. Menurut dia, tidak pantas mengatakan Presiden seperti demikian.

Pun saat menuduh Komisioner yang belum bekerja sebagai yang terburuk. Hal ini menurut dia, akan makin membuat penilaian publik berkurang terhadap ICW. "Mungkin ICW bangga dengan pilihan kata katanya itu yang bisa menyakiti pihak lain. Saya juga berpikir begitu porsi LSM antikorupsi , membabi buta mengata katai seenaknya seolah dia boleh bilang apa saja pada siapa saja yang bukan di pihaknya," jelas Yenti.

Ia pun memberikan catatan pentig untuk KPK dalam menanggapi kritik ICW. Dia menyarankan, KPK fokus saja bekerja , tidak perlu menghabiskan energi untuk menanggapi ICW. Karena terbukti kritik ICW itu juga tidak konstruktif. "Fokus saja bekerja. Kasus kasus yang selama ini belum selesai segera tuntaskan. Audit semua kasus yang pernah ditangani tapi belum selesai dan tuntaskan," jelasnya.

Dalam Hal penegakan terhadap tersangka / terdakwa korupsi, dia meminta KPK untuk tidak segan segan menerapkan TPPU sejak awal. "Kemudian lacak aliran dananya agar bila dalam persidangan terbukti melakukan korupsi kita tidak hanya mendapatkan narapidana saja tapi juga rampas semua uang hasil korupsinya dan kembalikan ke negara," ucapnya. Selain itu kata dia, KPK mesti mengembangkan upaya pencegahan seoptimal mungkin supaya orang tidak berani korupsi dan tidak busa korupsi.

"Terakhir bangun sinergikan dengan penegak hukum lain sesuai amanat undang undang serta benahi ke arah yang lebih baik tentang tata kelola kelembagaan KPK. Intinya selamat bekerja keras , penuh integritas dan buktikan bahwa KPK bisa bekerja dengan baik dan berhasil guna," tegasnya. SebelumnyaICW merilis Catatan Agenda Pemberantasan Korupsi Tahun 2019. Menurut peneliti ICW Kurnia Ramadhana, 2019 ini merupakan tahun terburuk bagi pemberantasan korupsi.

Dirinya menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan DPR menjadi sponsor kehancuran KPK pada tahun ini. "Kita menilai ini tahun paling buruk bagi pemberantasan korupsi, ini tahun kehancuran bagi KPK yang benar benar disponsori langsung oleh Presiden Joko Widodo dan juga anggota DPR periode 2014 2019 dan 2019 2024 mendatang," ujar Kurnia di kantor ICW, Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (29/12/2019). Kurnia beralasan bahwa pemerintah dan DPR telah meloloskan pimpinan KPK yang dinilainya bermasalah. Menurut Kurnia, KPK saat ini memiliki para pimpinan yang terburuk sepanjang sejarah.

Dirinya mempermasalahkan proses seleksi para pimpinan KPK yang menurutnya tidak mencerminkan nilai integritas. "Istana dan DPR berhasil meloloskan lima figur pimpinan KPK yang kita nilai paling buruk sepanjang sejarah KPK," tutur Kurnia. Kurnia menilai sosok Ketua KPK Firli Bahuri juga bermasalah karena menjadi terduga pelanggar kode etik.

"Terkait dengan rekam jejak, istana san DPR berhasil untuk meloloskan figur terduga pelanggar kode etik, bahkan orang itu sekarang duduk menjadi ketua KPK," pungkas Kurnia.(*)

Berita Terkait

Selasa Besok, MK Bacakan Putusan Sengketa Hasil Pileg 2019

Maya Rosfi'ah

Jenazah Afridza Munandar Akan Diterbangkan menuju Tanah Air Senin Siang

Maya Rosfi'ah

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hari Ini 14 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir/Kilat BMKG

Maya Rosfi'ah

Peneliti LIPI Syamsuddin Haris Jadi Dewas KPK

Maya Rosfi'ah

Begini Komentar Muhammadiyah Nadiem Makarim Jadi Mendikbud

Maya Rosfi'ah

Menkes Terawan Ingatkan agar Waspadai Penyakit Pasca Banjir

Maya Rosfi'ah

Menkes Terawan Sebut WNI di Wuhan Sehat & Imbau Jaga Imun 106 Orang Meninggal Karena Virus Corona

Maya Rosfi'ah

Mengingat Kembali Upaya Pembunuhan Presiden Soekarno di Hari Raya Idul Adha 1962

Maya Rosfi'ah

Ratusan WNI dari Wuhan China Langsung Pindah Pesawat TNI AU Lalu Terbang menuju Natuna

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment