Image default
Internasional

Meski Sudah Lockdown Jumlah Kematian Akibat Virus Corona di Italia Melampaui China

Jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona di Italia telah mencapai lebih dari 3.400 orang, melebihi angka kematian di China, tempat virus berasal. Virus corona telah membunuh lebih banyak orang di Italia daripada di negara lain mana pun, setelah kematian di sana meningkat sebanyak 427 kasus dalam sehari. Jumlah kematian sekarang mencapai 3.405 orang, lebih banyak dari di China, tempat virus itu berasal di akhir tahun lalu.

'Kami harus memilih pasien mana yang dirawat atau tidak rawat, layaknya ketika perang' Ada 3.245 kematian yang dilaporkan di Cina, tetapi sejumlah pihak mempertanyakan validitas angka itu. Karantina wilayah atau lockdown yang dimulai pada 12 Maret di Italia telah diperpanjang. Karantina ini mestinya selesai pada akhir pekan depan.

Hampir semua orang Italia diminta tinggal di rumah. Karantina wilayah di Italia diperpanjang. Terlepas dari langkah itu, jumlah kasus baru dan kematian terus meningkat.

Ada 220.000 kasus virus di seluruh dunia dengan lebih dari 9.000 kematian. China mengonfirmasi bahwa tidak ada kasus lokal baru pada hari Rabu (18/03), untuk pertama kalinya sejak wabah dimulai. Tetapi China melaporkan ada 34 kasus baru yang dibawa oleh orang orang yang datang dari luar negeri. Jumlah kematian akibat Covid 19 di Italia melampaui China

Jumlah kasus di China sebanyak lebih dari 81.000 masih jauh lebih tinggi daripada di Italia, yang kini memiliki 41.035 kasus terinfeksi. Petugas layanan darurat bersiap mengangkut seorang pasien di Milan, Italia, Rabu (18/03). Sebagian besar kasus terjadi di wilayah utara Italia.

Sebelumnya, dilaporkan wilayah terparah adalah Lombardy, yang mencatat 319 kematian dalam sehari. Lockdown telah diberlakukan di Italia selama hampir dua pekan sebagai bagian dari upaya pihak berwenang untuk menghentikan laju penyebaran virus corona. Masyarakat telah diminta berada di dalam ruangan, namun jumlah kematian terus bertambah.

"Namun untuk menekan dan mengendalikan epidemi, negara negara harus mengisolasi, menguji, merawat, dan melacak," kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Ghebreyesus. Direktur kedaruratan WHO, Mike Ryan, mengatakan situasi di Italia mungkin disebabkan jumlah kasus yang "menakjubkan" serta banyaknya kaum lansia di antara populasi negara tersebut. Sejak pekan lalu, pemerintah Italia memerintahkan semua toko ditutup, kecuali toko bahan pangan dan apotek.

Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan semua bar, restoran, salon, dan divisi kantor yang tidak bersifat esensial mesti sementara ditutup. Adapun layanan antar makanan bakal diperbolehkan. Langkah itu dibarengi dengan penutupan sekolah, pusat kebugaran, kolam renang, kelab malam, museum dan resor ski di seantero Italia. Conte, yang pidatonya disiarkan langsung oleh stasiun televisi, mengatakan kebijakan ini berlaku hingga 25 Maret mendatang.

Hanya apotek dan toko bahan pangan yang diizinkan untuk tetap buka. Menanggapi situasi ini, Kedutaan Besar RI di Roma sudah menyiapkan langkah. "Dalam briefing pertama [dengan pemerintah Italia] kami sudah meminta agar ada aturan bahwa semua embassy [kedutaan asing], termasuk KBRI, punya akses kepada warga negara [yang terpapar virus]," kata Esti Andayani, dubes RI di Roma, kepadwa wartawan BBC News Indonesia, Mohamad Susilo, hari Senin (09/03).

"Dan mereka menjanjikan jika ada WNI yang terpapar [karena] tentunya kami tidak langsung tahu itu menjadi tugas Kementerian Kesehatan dan institusi emergency civil protection, untuk memberi notifikasi kepada kami," kata Dubes Esti. "Kami juga akan mematuhi aturan/protokol yang berlaku, bahwa kami tidak akan membuka identitas [warga yang terpapar virus], di sini aturannya sangat ketat untuk tidak membuka identitas warga yang terpapar Covid 19," kata Esti. Sebagian besar WNI di Italia utara adalah mahasiswa.

Esti mengatakan pihaknya sudah menyiapkan 31 koordinator wilayah yang bertugas menjadi semacam jembatan komunikasi antara warga dan pihak KBRI. Sebelum ada lock down, KBRI sudah melakukan konferensi video dan setelah ada aturan isolasi/karantina, komunikasi dilakukan melalui WhatsApp. Esti mengatakan kondisi mereka baik dan tak ada masalah dengan pasok makanan. Suplai bahan pangan sehari hari masih terjamin.

Dikatakan bahwa para WNI tetap tenang dan memutuskan tinggal di rumah sesuai ketentuan otoritas setempat. KBRI Roma juga telah menyusun panduan langkah kontijensi dan menetapkan nomor hotline COVID 19 serta menyampaikan himbauan langkah langkah pencegahan. Mahasiswi di Milan, Jeannette Lim menyebut situasi ini sebagai 'keadaan yang tidak normal'. Dirinya harus tinggal di rumah dan melakukan kegiatan kuliah secara daring.

"Biasanya saya keluar rumah untuk bertemu teman, kuliah dan pergi makan, kali ini harus kuliah secara online dan aneh rasanya, meski para dosen bersedia untuk video call situasi ini tidak normal," kata Jeannette kepada wartawan BBC News Indonesia, Silvano Hajid, melalui sambungan telepon, Rabu (11/03). Persediaan makanan yang ia butuhkan masih cukup hingga dua pekan ke depan meski sesekali pergi ke pusat perbelanjaan terdekat dari rumahnya. "Ada aturan yang ketat ketika berbelanja, kami harus menjaga jarak minimal satu meter antar pengunjung," tambah Jeannette.

Jeannette menerima 'kedaan tidak normal' ini dengan mengikuti arahan pemerintah setempat, karena dia percaya lonjakan jumlah kasus Covid 19 dalam satu pekan terakhir terjadi karena banyak orang di kotanya abai dengan imbauan yang telah diberikan, yakni dilarang berkumpul di tempat umum. Dirinya dan kebanyakan WNI di Milan, Italia telah berkoordinasi dengan pihak KBRI, melalui grup dalam aplikasi WhatsApp. "Sejauh ini belum ada WNI yang melaporkan mengalami gejala terjangkit virus itu, dari banyaknya update yang kami berikan, kebanyakan melaporkan bahwa rumah sakit mulai penuh."

Karena itu, dalam pernyataan yang diumumkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Indonesia melarang masuk atau transit wisatawan asing asal Italia serta warga asing yang pernah mengunjungi wilayah tersebut. Dua negara lainnya yang disebutkan adalah Iran dan Korea Selatan. Keputusan ini mulai berlaku pada Minggu (8/3) pukul 00.00 WIB. PM Conte meminta semua warga Italia untuk "melakukan bagian mereka"

"Kita dalam perahu yang sama, siapapun yang memegang kemudi punya tugas untuk menunjukkan jalan, kita harus berusaha lebih keras, kita harus melakukannya bersama sama," ujarnya. Menteri Pendidikan, Lucia Azzolina, berharap para siswa bisa kembali bersekolah secepat mungkin. "Saya berkomitmen untuk memastikan bahwa layanan umum yang esensial tersedia bagi semua murid, meskipun dari jauh," ujarnya.

Media lokal mengatakan pakar kesehatan dan menteri kesehatan Italia mendukung langkah penutupan sekolah. Talia menderita karena virus corona: kafe kafe dan hotel hotel sepi, sektor turisme di sini diperkirakan bakal merugi £6,5 miliar (Rp103 triliun). Kota lainnya di sebelah utara Milan bisa dikarantina setelah kasus di sana terus bertambah.

Namun langkah langkah pengendalian sejauh ini gagal menghambat penyebaran — satu korban pertama telah jatuh di selatan Roma. Dan meskipun sang perdana menteri berusaha meyakinkan rakyatnya dalam pidato tadi malam, rasa takut akibat krisis ini semakin dalam. Spanyol mencatat 598 orang meninggal dunia dan 13.716 lainnya terinfeksi virus corona.

Sebuah penyelidikan tengah berlangsung untuk menginvestigasi kematian setidaknya 17 penghuni panti jompo di Madrid, tempat puluhan kasus Covid 19 dilaporkan. Di Prancis, jumlah kasus terkonfirmasi positif meningkat lebih dari 16% pada Selasa (17/03) menjadi 7.730 kasus. Adapun angka kematian meningkat menjadi 175 orang, 7% di antaranya berusia di bawah 65 tahun.

Di Inggris, angka kematian telah mencapai 104 orang. Jerman membukukan 12 kematian dan 8.198 kasus. Di Belgia terdapat 14 orang meninggal duia akibat Covid 19 dan 1.486 kasus positif virus corona.

Berita Terkait

Kronologis Juara Tinju Amina Bulakh Tewas Diseruduk Kereta

Maya Rosfi'ah

Menteri Perdagangan Mundur Bermula Dari Melon Dan Kepiting

Maya Rosfi'ah

Kapal Ikan Asal Indonesia Dibakar Angkatan Perbatasan Laut Australia Tangkap Hiu di Darwin

Maya Rosfi'ah

Kini Derita Kanker Perut Kisah Wanita Makan Makanan Tak Sehat Demi Beli Produk Make Up

Maya Rosfi'ah

Dielus Jadi Ringan Dipukul Jadi Berat Batu Misterius di Jepang Nadeseki

Maya Rosfi'ah

Bocah Ini wajib Dioperasi karena Akarnya Tumbuh di Lutut Dipaksa Berlutut 9 Jam di Atas Biji-bijian

Maya Rosfi'ah

Dubes Inggris Ini Berkilah Terlibat Demo di Teheran Sempat Ditangkap Polisi Iran

Maya Rosfi'ah

Balita 16 Bulan Kritis, Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Pria Pedofil, Pacar Ibunya

Maya Rosfi'ah

Pria di Kenya Tutup Kemaluan Istrinya Pakai Lem Super sebagai Hukuman Buntut Dugaan Perselingkuhan

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment