Image default
Nasional

Jokowi : Anak Saya Tak Ada yang Tertarik Politik

Dalam sejarahperpolitikan di Indonesia, sejumlah putra putri Pesiden terlibat dalam politik praktis. Lalu bagaimana dengan putra putri Presiden Ke 7 RI Joko Widodo (Jokowi)? Sampai detik ini, saya melihat anak anak saya tidak tertarik ke dunia politik.

Gibran (Gibran Rakabuming, anak sulung Jokowi), Kaesang (Kaesang Pengarep, anak bungsu), maupun yang lain senangnya di dunia usaha. Tapi, ya nggak tahu lagi, kalau tahu tahu besok pagi bilang, "Pak saya kepingin jadi wali kota." Siapa tahu. Minggu depan bilang, "Pak saya siap jadi wali kota."

Kalau ditanya itu, saya akan bilang, ya jadi saja. Saya tidak pernah memaksa anak saya masuk ke dunia politik. Saya serahkan sepenuhnya kepada mereka untuk menentukan pekerjaan dan karier masing masing.

Kalau tahu tahu mereka ada yang bilang, "Pak saya siap untuk ikut pilkada," saya bilang maju saja. Itu jawaban saya Melansir dari Kompas.com, Gibran Rakabuming Raka membeberkan rintisan bisnisnya. Menjadi pengusaha katering dan membuka usaha martabak, merupakan pilihan hidup Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden Joko Widodo.

Mandiri, Itu alasan Gibran memilih menjadi pebisnis. "Karena saya ingin mandiri," ujar Gibran saat wawancara eksklusif dengan Kompas.com, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/8/2017). Ia tak ambil pusing jika pilihannya berbisnis dianggap berbeda dengan anak pejabat kebanyakan di Indonesia.

Gibran mengaku nyaman menjalaninya. Meskipun, kata Gibran, pilihan hidupnya bertolak belakang dengan keinginan sang ayah. Menurut dia, Jokowi ingin Gibran meneruskan usaha mebel yang sudah cukup besar. Namun, ia menolaknya.

"Tapi ya itu tadi, saya pingin mandiri saja," lanjut dia. Tahun 2010, Gibran mulai merintis perusahaan katering bernama Chili Pari dengan modal yang didapatkannya dari pinjaman bank, bukan dari ayahnya yang kala itu masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Mengapa memilih usaha katering?

Pria kelahiran tahun 1987 tersebut menilai, ada peluang meraup untung pada bidang usaha itu. "Saya melihat kesempatan pasarnya ada. Pernikahan orang kan pasti, event pernikahan ada terus. Apalagi saya punya gedung pernikahan sendiri. Jadi satu paket. Pasarnya jelas, pembelinya jelas ada," papar Gibran. Seiring waktu berjalan, insting usahanya ternyata tepat.

Bisnis katering yang dirintis Gibran terus berkembang hingga saat ini. Bahkan, Chili Pari kini tidak terbatas pada katering saja, tetapi juga wedding organizer hingga pengadaan suvenir, undangan, dan foto pre wedding. Markobar Tidak puas "bermain" di usaha katering, Gibran dan beberapa rekannya mengembangkan bisnis kuliner lain, sekitar tahun 2015.

Martabak Kota Baru atau yang dikenal dengan 'Markobar'. Martabak delapan rasa menjadi andalan Markobar, dan kini sukses "digandrungi" masyarakat. Kini, Markobar telah memiliki 29 cabang yang tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. "(Keuntungannya) lumayanlah dikit dikit. Meski dibandingkan Chili Pari, masih (lebih) tinggi Chili Pari. Tapi prospeknya luar biasa sih, kita bisa menyesuaikan dana untuk buka cabang," ujar Gibran.

"Dari awal kan sudah enggak ada suntikan dana. Jadi ya kalau mau buka (cabang di kota lain), ya buka saja. Dananya itu kita puter terus," lanjut dia. Baru baru ini, Markobar meluncurkan menu baru bernama Tipis Kering. Martabak tipis manis, yang garing jika digigit itu sebenarnya menu lama di dunia martabak. Bedanya, menu Tipis Kering ala Markobar diklaim lebih tahan lama dibandingkan menu sejenis di tempat lain.

"Kalau di tukang martabak biasa kan beli, dibawa pulang, menjadi lembek. Nah kalau ini enggak. Tinggal dimasukin toples saja aman, tetap garing," ujar dia. Tidak hanya Chili Pari dan Markobar, Gibran juga menjajal bisnis kedai kopi dan olahan ceker ayam. Ketika ditanya apa bayangan tentang usahanya 10 hingga 20 tahun ke depan, Gibran cukup visioner.

Ia menargetkan Chili Pari eksis dan bisa merambah kota kota lain selain Solo. Sementara Markobar, Gibran menargetkan memiliki cabang di seluruh kota besar di Indonesia, bahkan Papua. Ke depan, Gibran berencana melebarkan sayap usahanya ke sektor lain.

Kali ini, ia akan berkolaborasi dengan adik bungsunya Kaesang Pangarep. Namun, ia masih merahasiakannya. Petunjuk yang dia berikan kepada Kompas.com, usahanya tersebut akan memberikan edukasi bagi masyarakat. "Ditunggu saja nanti," ujar dia.

Sang Pisang lekat dengan nama Kaesang Pangareb, putra ketiga Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ya,Sang Pisang adalah bisnis yang dirintis oleh Kaesang Pangareb sejak November 2017. Sejauh ini, bisnis kuliner Kaesang Pangareb ini telah buka di sekira 24 kota di Indonesia dengan total puluhangerai.

Belum lama ini , Kaesang Pangareb meluncurkan bisnis barunya. Kali ini, Kaesang mencoba peruntungannya dengan membuka gerai kedai kopi yang dinamakan Ternakopi. "Saya punya cita cita. Latihan jadi barista di salah satu sekolah di Jakarta. Setelah itu saya punya mimpi buka toko kopi sendiri. Itu sekitar setengah tahun yang lalu, ujar ketika meresmikan Ternakopi di kawasn Cipayung.

Berita Terkait

Rekrutmen Trainee PT Bukit Asam Tbk, Pendidikan Minimal SMK Pendaftaran Online hingga 2 Agustus 2019

Maya Rosfi'ah

Aspataki Dorong Pemda Laksanakan Permenaker untuk Pekerja Migran Indonesia

Maya Rosfi'ah

Romli Atmasasmita: Kasus yang Melibatkan Individu KPK Harus Dituntaskan

Maya Rosfi'ah

Kami Serahkan menuju Presiden Soal Kursi Wakil Menteri PPP

Maya Rosfi'ah

Begini Komentar Muhammadiyah Nadiem Makarim Jadi Mendikbud

Maya Rosfi'ah

Divonis 8 Tahun Penjara, Karen Agustiawan Banding

Maya Rosfi'ah

Penerimaan ASN Dibuka Oktober 2019, Kepala BKN Jelaskan Kendala Pelamar CPNS

Maya Rosfi'ah

Sekjen Gerindra: Masuk Koalisi Pemerintah atau Oposisi, Prabowo yang Putuskan

Maya Rosfi'ah

Prabowo Megawati Bertemu, Jimly: Itu Sinyal Move On

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment