Image default
Bisnis

BI Disarankan Turunkan Suku Bunga Acuan 50 Basis Poin

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menyarankan Bank Indonesia melakukan intervensi pasar dan menurunkan suku bunga acuan untuk menekan dampak penurunan harga minyak mentah dunia yang dikhawatirkan akan berimbas ke sektor riil. Langkah ini bisa dilakukan BI menurutnya, adalah dengan menurunkan suku bunga acuan 50 basis poin (bps). Intervensi pasar menurut Bhima akan membantu meningkatkan optimisme pasar.

"Suku bunga yang lebih murah akan meringankan beban pelaku usaha. Selain itu juga berkaitan dengan kepercayaan diri pasar," kata Bhima. Sebelumnya, Bhima menilai merosotnya harga minyak mentah dunia berdampak pada pasar keuangan. Para investor asing, kata dia, kini terus berlomba menjual sahamnya menyusul aksi perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia.

"Kepanikan juga melanda pasar keuangan, IHSG turun 6,9 persen dalam sepekan memicu investor asing melakukan aksi jual saham sebesar Rp 1 triliun," jelas Bhima. Bahkan keluarnya dana asing dari Indonesia diprediksi akan berdampak pula pada melemahnya rupiah. "Dana asing yang keluar membuat rupiah makin tertekan, sehingga rupiah diperkirakan melemah ke 14.500 15.000 dalam jangka waktu pendek," papar Bhima.

Harga komoditas ekspor andalan Indonesia, yakni minyak sawit dan batu bara juga disebut akan terdampak perang harga minyak antara Arab Saudi dan Rusia ini. "Anjloknya harga minyak dunia membuat harga komoditas seperti sawit dan batubara menurun," ujarnya. Harga minyak dunia jenis Brent anjlok sebesar 27 % menjadi 33,09 USD per barel pada Senin (9/3/2020) yang dipicu aksi perang harga yang dilakukan Arab Saudi kepada Rusia.

Arab Saudi bertekad kembali merebut pasar melalui produksi minyak mentah lebih banyak lagi.

Berita Terkait

Rugi yang Dialami Investor Reksadana Merupakan Risiko Berinvestasi Cermati Prospektusnya

Maya Rosfi'ah

Ralali Kampanye Harbignas Buat Pengusaha Milenial Dan Umkm

Maya Rosfi'ah

Generasi Milenial Jadi Target Pasar Pengembang Properti

Maya Rosfi'ah

Gerindra Minta Kemendag Tidak Berikan Seluruh Izin Impor Gula Mentah kepada Swasta

Maya Rosfi'ah

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Meroket Rp 14.000 Jadi Rp 765.000 Per Gram

Maya Rosfi'ah

Penjelasan kenapa BHIT dan BMTR Tidak Bagi Dividen Tahun Ini

Maya Rosfi'ah

JNE Pecahkan Rekor MURI Pembagian Liwetan Terbanyak di Perayaan HUT Ke-29

Maya Rosfi'ah

OJK Masih Dalami Laporan Keuangan Garuda Indonesia

Maya Rosfi'ah

Penolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja wajib Melihat Secara Jernih Pengamat

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment