Image default
Internasional

Balita 16 Bulan Kritis, Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Pria Pedofil, Pacar Ibunya

Seorang balita laki laki dikabarkan kritis dan mengalami luka luka, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh pacar ibunya. Sang ibu yang berasal dari ChiltonCounty, Alabama, menuliskan sebuah postingan pada laman Gofundme dan menjelaskan kondisi medis putranya. Sang ibu Kate Elliott, menjelaskan bahwa saat ini anaknya dalam keadaan koma karena perawatan medis untuk mengobati luka dan pembengkakan di kepalanya.

"Dokter mengobatinya dan membuatnya dalam keadaan koma secara medis untuk saat ini, tetapi mereka mengatakan bahwa ketika pembengkakan di otak mereda, alat alat itu akan dilepas semuanya dan menunggu dia bangun sendiri," tulis sang ibu, Kate dalam laman tersebut. "Dia dipasangi tabung dan kabel dari kepala hingga ke kaki kecilnya." "Berdoalah agar bayiku pulih dengan cepat," tutupnya.

Sementara itu polisi di Jemison, Alabama, telah menangkap pria bernama Shaw Wesley Averett pada 18 Juli lalu, sehubungan dengan luka yang dialami balita itu. Pria berusia 33 tahun itu langsung ditahan dan didakwa dengan pasal pelecehan dan kekerasan seksual pada anak anak. Menurut laporan laman AL.com, balita itu menderita luka parah di kepala serta kerusakan pada alat kelaminnya.

Saat peristiwa itu terjadi, Averett diktehui tengah menjalin hubungan dengan ibu sang balita, Kate Elliott. Namun Averett dibebaskan dari sel tahanan County Chilton pada 19 Juli setelah membayar jaminan sebesar $ 90.000 (Rp 1.3 miliar). Dia akan menghadiri persidangannya di pengadilan pada 15 Agustus nanti.

"Polisi dan masyarakat pada umumnya langsung melompat ke kesimpulan tanpa mengetahui semua fakta," kata pengacara Averett, John Robbins, dikutip dari AL.com. "Shawn menyangkal bahwa dia pernah menyakiti (anak itu) dan mengklaim bahwa dia tidak menyebabkan luka lukanya." lanjutnya. Sebelumnya diberitakan dua bayi kembar di New York, Amerika Serikat tewas karena kelalaian sang ayah yang meninggalkan keduanya di dalam mobil selama 8 jam.

Bahkan saat ditinggalkan, air conditioner (AC) mobil tak dihidupkan padahal cuaca New York saat itu sangat panas. Luna dan Phoenix (nama panggilan dua bayi kembar tersebut), ditinggalkan di kursi belakang Honda Rodriguez milik sang ayah, Juan Rodriguez. Mobil tersebut terparkir di The Bronx, New York City pada 26 Juli 2019.

Ayah lima anak itu kembali ke mobil pada pukul 4 sore setelah menyelesaikan pekerjaannya sebagai pekerja sosial di rumah sakit Asosiasi Veteran. Rodriguez kemudian menemukan anak anaknya telah tewas dalam keadaan mulut berbusa, seperti diberitakan New York Post.<span></span> Saksi mata mengatakan Rodriguez berteriak meminta bantuan sehingga seorang saksi memanggil polisi. Namun sayang, nyawa kedua bayi kembar Rodriguez tak bisa tertolong lagi.

Karena kelalaiannya, Rodriguez ditangkap dan didakwa dengan dua tuduhan yakni pembunuhan dan pembunuhan karena kelalaian. Menurut laporan, ia mengatakan kepada petugas bahwa dia lupa membawa bayi bayinya ke tempat penitipan bayi. Rodriguez bahkan tidak menyadari bahwa dua bayinya masih berada di dalam mobil.

Padahal temperatur udara di luar dikatakan sekitar 30 ° C pada saat kejadian tersebut, dan bahkan lebih panas jika berada di dalam mobil. Tetangga Rodriguez mengatakan orangtua tersebut baru saja mengadakan pesta besar untuk merayakan ulang tahun pertama si kembar. Seorang teman keluarga tersebut, Temple Barrows, mengatakan bahwa Rodriguez adalah pria yang luar biasa yang selalu ada untuk anak anaknya.

"Ini adalah situasi yang mengerikan. Keluarga tidak menjaga (si kembar) dengan baik. " "Ini kesalahan yang mengerikan. Sekali membuat kesalahan dan Anda harus menanggungnya selama sisa hidup Anda," kata tetangga Tony Caterino, (45). Tony mengatakan bahwa Rodriguez dan sang istri adalah sosok orangtua yang baik.

‘Mereka adalah keluarga yang hebat. Selalu melakukan hal menyenangkan dengan anak anak, selalu bermain di halaman," katanya. "Mereka bahkan kamping di akhir pekan lalu dengan tenda di halaman belakang rumah. Rodriguez akan selalu bermain bola tangkap atau bola basket dengan anak anak mereka. " tutupnya.

Berita Terkait

Lebih dari Sepertiga Anggaran Jepang Tahun 2020 Dialokasikan buat Kesejahteraan Sosial

Maya Rosfi'ah

PM Abe Beri Lampu Hijau, Siap Bertemu dengan Kim Jong Un Tanpa Syarat Apapun

Maya Rosfi'ah

Viral Satu Keluarga Rela Tidur Di Jalanan Dan Minum Air Keran Untuk Berhemat Saat Liburan Ke Italia

Maya Rosfi'ah

Anggota Pertama Grup Band Arashi Jepang Yang Menikah Senin Lalu Kazunari Ninomiya

Maya Rosfi'ah

Dianggap Sudah Tidak Lucu Lagi, Anjing Ini Ditelantarkan di Ruangan Kotor dan Gelap oleh Pemiliknya

Maya Rosfi'ah

Daftar 20 Negara Paling Tidak Aman buat Dihuni Tahun 2019 Indonesia di Urutan Berapa

Maya Rosfi'ah

Kisah Gadis di China Hanya Makan Nasi & Sambal Selama 5 Tahun Demi Bantu Adiknya yang Sakit

Maya Rosfi'ah

Kisah Keluarga yang Ingin Makan Ayam Goreng Saat Ramadhan Usai 12 Tahun Tinggal di Rumah Tak Layak

Maya Rosfi'ah

Polisi Jepang Tangkap Pria yang Membakar Kaki Putranya Berusia 5 Tahun

Maya Rosfi'ah

Leave a Comment